<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Koesworo</title>
	<atom:link href="http://koesworo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koesworo.wordpress.com</link>
	<description>Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 13:23:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='koesworo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b0a9dc19b33f81569ad965d288ffedea?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Koesworo</title>
		<link>http://koesworo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://koesworo.wordpress.com/osd.xml" title="Koesworo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://koesworo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diklat MGMP TIK</title>
		<link>http://koesworo.wordpress.com/2009/11/14/diklat-mgmp-tik/</link>
		<comments>http://koesworo.wordpress.com/2009/11/14/diklat-mgmp-tik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 04:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesworo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita MGMP]]></category>
		<category><![CDATA[diklat]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[mgmp]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koesworo.wordpress.com/2009/11/14/diklat-mgmp-tik/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru-guru TIK, MGMP mengadakan pelatihan selama 6 kali. Pelatihan dilaksanakan setiap hari Sabtu, dimulai tanggal 24 Oktober sampai tanggal 28 November 2009. Peserta terdiri dari guru-guru TIK SMP sekabupaten Gunungkidul. Instruktur berasal dari para guru yang sudah ditatar dalam pelatihan Master Teacher di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Pelaksanaan MGMP dipusatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=64&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-66" title="gamar" src="http://koesworo.files.wordpress.com/2009/11/gamar.jpg?w=510" alt="gamar"   />Dalam rangka meningkatkan profesionalitas guru-guru TIK, MGMP mengadakan pelatihan selama 6 kali. Pelatihan dilaksanakan setiap hari Sabtu, dimulai tanggal 24 Oktober sampai tanggal 28 November 2009. Peserta terdiri dari guru-guru TIK SMP sekabupaten Gunungkidul. Instruktur berasal dari para guru yang sudah ditatar dalam pelatihan Master Teacher di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Pelaksanaan MGMP dipusatkan di SMP 1 Nglipar.</p>
<p>Pada kesempatan itu, juga bersamaan dengan pelatihan MGMP Mata Pelajaran lain dengan struktur program pelatihan yang sama. Materi pelatihan terdiri dari materi-materi TIK, yaitu cara membuat email, blog, presentasi atau power point.</p>
<p>Dengan penuh semangat, para peserta mengikuti pelatihan, karena melalui pelatihan ini para guru dapat saling bertukar pikiran baik dengan instruktur maupun sesama peserta pelatihan.</p>
<br />Posted in Berita MGMP Tagged: diklat, informasi, mgmp, tik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koesworo.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koesworo.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=64&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koesworo.wordpress.com/2009/11/14/diklat-mgmp-tik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8817a8e34684a8174ea2f53b825b418e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koesworo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://koesworo.files.wordpress.com/2009/11/gamar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gamar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Mendongeng</title>
		<link>http://koesworo.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-mendongeng/</link>
		<comments>http://koesworo.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-mendongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 13:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesworo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[budi pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[minat baca]]></category>
		<category><![CDATA[sastra anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koesworo.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sastra anak adalah sastra yang diperuntukkan anak. Menceritakan kehidupan anak-anak praremaja. Misalnya cerita tentang petualangan, dongeng, maupun cerita tentang tokoh kenabian yang disampaikan oleh guru ngaji kepada anak-anak. Dewasa ini, cerita yang disampaikan secara lisan atau yang sering disebut mendongeng sudah jarang dijumpai di masyarakat. Jarang kita melihat orang tua yang sedang mendongeng pada anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=31&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sastra anak adalah sastra yang diperuntukkan anak. Menceritakan kehidupan anak-anak praremaja. Misalnya cerita tentang petualangan, dongeng, maupun cerita tentang tokoh kenabian yang disampaikan oleh guru ngaji kepada anak-anak.</p>
<p align="justify">Dewasa ini, cerita yang disampaikan secara lisan atau yang sering disebut mendongeng sudah jarang dijumpai di masyarakat. Jarang kita melihat orang tua yang sedang mendongeng pada anak-anak di saat menjelang tidurnya. <span id="more-31"></span>Orang tua lebih cenderung membiarkan anak-anaknya memelototi televisi, kemudian mengantuk dan tidur sendiri di depan televisi. Mereka beranggapan bahwa kalau hanya cerita sudah bisa dinikmati lewat tayangan film anak-anak atau sinetron anak-anak. Tinggal pilih saluran mana atau program acara apa yang disukai anak, itulah yang mereka sajikan.</p>
<p align="justify">Hal ini sangat berbeda dengan masa kecil saya. Orang tua selalu mendongeng terlebih dulu pada anaknya sebelum mereka tidur. Sang anak pun menikmati dengat enaknya suguhan dongeng yang memukau dan mereka terbawa arus cerita orang tuanya hingga rasa kantuk menjegalnya, akhirnya tertidur. Belum lengkap rasanya kalau bapak atau ibu atau nenek atau kakek belum mendongeng jika hendak berangkat tidur. Justru dengan dongeng inilah mereka cepat tertidur.</p>
<p align="justify">Entah karena kesibukan atau karena pergeseran zaman, orang tua lebih sedikit memberikan perhatian anak, terutama dalam hal cerita atau dongeng. Pergi ke luar rumah sebelum terbit matahari dan pulang setelah gelap gulita. Pertemuan di kamar tidur dengan anak nyaris tidak pernah mereka lakukan, karena pergi sebelum anaknya bangun dan pulang ketika anak telah terlelap tidur. Itu yang terjadi pada orang tua yang sibuk bekerja mencari penghasilan.</p>
<p align="justify">Perkembangan anak terdiri dari perkembangan fisik dan perkembangan psikis. Perkembangan fisik meliputi kesehatan dan pertumbu8han yang normal. Sedangkan perkembangan psikis atau psikologis meliputi perkembangan daya pikir dan imajinasi anak. Secara seimbang kedua aspek perkembangan anak tersebut harus diperhatikan. Jika anak diberi asupan gizi yang baik, niscaya anak akan tumbuh fisiknya secara normal. Jika anak dididik dan dibina dengan baik, perkembangan daya pikirnya pun akan normal sesuai dengan tingkat usianya.</p>
<p align="justify">Salah satu cara untuk mengembangkan daya pikir dan daya imajinasi anak adalah dengan mendongeng untuk anak. Mendongeng sebetulnya bisa memikat dan mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini.</p>
<p align="justify">Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan imajinasinya. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara ini.<br />
Kedua, cerita atau dongeng merupakan media yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak, bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seprti pentingnya makan sayur dan menggosok gigi. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena  tidak adanya sikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau teladan bagi anak.<br />
Ketiga, dongeng dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai dongeng yang diceritakan , anak diharapkan mulai menumbuhkan ketertarikannya pada buku. Diawali dengan buku-buku dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<br />Posted in Artikel Tagged: budi pekerti, dongeng, minat baca, sastra anak <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koesworo.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koesworo.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=31&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koesworo.wordpress.com/2009/08/03/manfaat-mendongeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8817a8e34684a8174ea2f53b825b418e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koesworo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAAFKAN RINA, MA!</title>
		<link>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/maafkan-rina-ma/</link>
		<comments>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/maafkan-rina-ma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 15:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesworo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koesworo.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[“Pak, ada pencuri!” Teriak Puput ketika dilihatnya Pak Iksan memasuki ruang kelas.             “Selamat siang anak-anak!” sapa Pak Iksan kepada para siswa.             “Selamat siang, Pak!”             “Puput, ada apa? Tolong biasakan, setiap kali bertemu dengan siapapun yang kita kenal, ucapkan salam terlebih dahulu sebelum mengutarakan keinginan. Dengan salam, pikiran akan tenang, hatipun tentram. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=7&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> “Pak, ada pencuri!” Teriak Puput ketika dilihatnya Pak Iksan memasuki ruang kelas.</p>
<p>            “Selamat siang anak-anak!” sapa Pak Iksan kepada para siswa.</p>
<p>            “Selamat siang, Pak!”</p>
<p align="justify">             “Puput, ada apa? Tolong biasakan, setiap kali bertemu dengan siapapun yang kita kenal, ucapkan salam terlebih dahulu sebelum mengutarakan keinginan. Dengan salam, pikiran akan tenang, hatipun tentram. Yang semula mau marah, menjadi hilang. Sekarang, Puput ceritakan apa yang telah terjadi!” kata Pak Iksan dengan sabar.</p>
<p align="justify">             Dengan hati-hati Puput mulai bercerita. “Tadi Pak, waktu istirahat uang saya hilang sepuluh ribu. Sebenarnya sih, tidak apa-apa. Misalnya mau minta, juga saya kasih. Tetapi pak, mencuri kan dosa! Dan bila dibiarkan, nanti jadi langganan!”</p>
<p>            “Iya Pak! Tangkap saja Pak, pencurinya!”</p>
<p>            “Keluarkan dari sekolah saja, Pak!”</p>
<p>            “Betul, Pak! Memalukan!”</p>
<p align="justify">             Anak-anak saling berebut, berteriak dengan lantang. <span id="more-7"></span>Dengan telaten Pak Iksan menenangkan mereka. Menenangkan dengan petuah-petuahnya yang menyejukkan. Dalam hati Pak Iksan sendiri tidak percaya bila ada anak didiknya yang mau mengambil uang temannya. Kebanyakan, bahkan bisa dikatakan mereka semua dari keluarga berada. Tidak mungkin bila ada yang kekurangan dan mau mengambil yang bukan haknya.</p>
<p align="justify">             “Mungkin Puput lupa? Coba diingat-ingat! Jangan sampai semua ini menjadi fitnah. Disamping dosa, juga merenggangkan persahabatan di antara kalian! Lagi pula, untuk apa sih anak sebesar kalian membawa uang saku sebanyak itu? Tugas utama kalian itu belajar. Jangan dibantah ya, kalian uang sakunya banyak juga pandai. Pandai itu tidak hanya dalam mengerjakan soal, tetapi juga ketrampilan dan sikap yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari!”</p>
<p align="justify">             Pak Iksan lantas bercerita tentang orang-orang sukses dan terkenal. Ternyata dengan kesederhanaan dan keuletan akan membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Menumpuknya harta bisa mengurangi waspada, bahkan membuat terlena. Selagi muda, sebaiknya berpacu dengan waktu meraih yang dituju.</p>
<p align="justify">             Dengan seksama para siswa mendengarkan cerita Pak Iksan, kadang diselingi pertanyaan yang membuat suasana menjadi lebih hidup. Hati dan pikiran siswa lebih terbuka, tidak lagi terpancang ketegangan uang hilang.</p>
<p align="justify">             Pak Iksan memang sengaja tidak menggunakan jam untuk menambah materi pelajaran, melainkan sambil bercerita dan berbincang dengan para siswa mencoba memahami dan mengamati sikap masing-masing individu. Bila memang ada yang mengambil uang Puput, tentu ada perubahan ekspresi wajah dan gerak-geriknya. Sayang, sampai bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi, Pak Iksan belum menemukan yang dicari. Pak Iksan berkeyakinan, orang luarlah yang mengambilnya. Tapi, siapa?</p>
<p align="justify">             “Anak-anak tidak perlu khawatir, masalah ini akan saya selesaikan sampai tuntas. Untuk mengantisipasi jangan sampai terulang lagi, semua harus hati-hati.”  Pesan Pak Iksan  sebelum meninggalkan ruang kelas menuju ke kantor guru.</p>
<p align="justify">             “Pak, saya tahu siapa pencurinya!” Baru saja Pak Iksan akan duduk di kursi, terdengar ada suara anak putri di sampingnya.</p>
<p align="justify">             Lo, kamu Rina? Benar, kamu lihat sendiri? Jangan berprasangka, itu dosa!” Dengan penuh keheranan dan rasa tidak percaya Pak Iksan menatap Rina.</p>
<p>            “Benar Pak, seratus persen benar dan tidak meleset!”</p>
<p>            “Kamu lihat sendiri?”</p>
<p>            Rina menggeleng.</p>
<p align="justify">             “Lo, katanya tahu siapa yang mengambil, kok tidak lihat sendiri! Terus, gimana?”</p>
<p>            “Tidak lihat sendiri Pak, tetapi melakukan sendiri.”</p>
<p align="justify">             “Rina?! Benar, kamu tidak main-main?” Pak Iksan menatap wajah Rina dalam-dalam. “Mengapa kamu melakukannya, Rina?”</p>
<p align="justify">             Tanpa diperintah, Rina duduk di kursi  depan Pak Iksan. Ia bercerita, semua ini dilakukannya karena protes pada mamanya. Rina iri melihat teman-temannya setiap datang dan pulang sekolah diantar mamanya.  Bagi Rina itu tidak pernah terjadi. Kemana pun Rina pergi, hanya pembantu yang menemani. Orangtua Rina terlalu sibuk mengurus bisnisnya.</p>
<p align="justify">             Pak Iksan mengangguk-angguk, mencoba menyelami kejiwaan Rina. “Mengapa keinginanmu itu kau wujudkan dengan mengambil uang temanmu, Rina?”</p>
<p align="justify">             “Mudah saja, Pak. Nanti orangtua Rina kan dipanggil ke sekolah. Mestinya kan malu, terus saya jadi diperhatikan  biar tidak mencuri lagi!” jawab Rina polos. “Ayo dong Pak, tilpon Mama ke sini! Biar Mama tahu! Saya tidak mau pulang bila Mama tidak ke sini!” Rina terus merengek sambil memberikan nomer hp mamanya pada Pak Iksan.</p>
<p align="justify">             “Rina, orangtua bekerja itu kan demi keluarga. Seharusnya Rina bersyukur, orangtuanya mampu. Coba&#8230;,”</p>
<p align="justify">             “Iya, Pak! Tapi saya juga butuh kasih sayang!” Rina memotong pembicaraan.</p>
<p align="justify">             Pak Iksan mengalah. Segera saja ia menelepon mamanya Rina. Mamanya Rina menyanggupi, sebentar lagi akan menjemput putrinya. Rina senang. Sebagai luapan kegembiraan, ia bercerita tentang apa saja dengan penuh suka cita.</p>
<p align="justify">             Hampir satu jam ditunggu, mamanya Rina belum datang juga. Pak Iksan dan Rina mulai was-was. Tiba-tiba saja hp Rina berdering.</p>
<p align="justify">  “Ya, hallo ada apa? Ha?! Mama? Mama kecelakaan?! Maafkan Rina, Ma! Rina salah&#8230;! Rina tidak seharusnya bertingkah. Tapi, Rina juga ingin diperhatikan Mama! Maafkan Rina, Ma&#8230;” Rina terus menangis. Hatinya menyesal telah membuat mamanya celaka. Tiba-tiba pula bayangan Puput dan kawan-kawan melintas di benaknya. Mereka mengolok-olok karena Rina telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji. Tangis Rina semakin keras, dan menjadi. <em>(Rita Nuryanti)</em></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koesworo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koesworo.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=7&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/maafkan-rina-ma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8817a8e34684a8174ea2f53b825b418e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koesworo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karya Sastra Termarjinalkan</title>
		<link>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/karya-sastra-termarjinalkan/</link>
		<comments>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/karya-sastra-termarjinalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 15:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koesworo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koesworo.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat ini, pembelajaran sastra di sekolah, terutama di tingkat pendidikan menengah, masih terpinggirkan. padahal, pembelajarn sastra sangat banyak memberikan sumbangan kepada anak didik, terutama dalam mengasah kepekaan sosial. Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=3&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Pada saat ini, pembelajaran sastra di sekolah, terutama di tingkat pendidikan menengah, masih terpinggirkan. padahal, pembelajarn sastra sangat banyak memberikan sumbangan kepada anak didik, terutama dalam mengasah kepekaan sosial.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/koesworo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/koesworo.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koesworo.wordpress.com&amp;blog=8664548&amp;post=3&amp;subd=koesworo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koesworo.wordpress.com/2009/07/21/karya-sastra-termarjinalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8817a8e34684a8174ea2f53b825b418e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">koesworo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
